Mengapa Batu ginjal Bisa Terbentuk?

Written By INFO UNIK DAN MENARIK on Rabu, 11 Juli 2012 | 09.07

Sering mendengar anjuran untuk banyak minum air? Itulah penyebabnya. Air seni kita banyak mengandung mineral dan berbagai bahan kimiawi. Urin belum tentu dapat melarutkan semua itu. Apabila kita kurang minum atau sering menahan kencing, mineral-mineral tersebut dapat mengendap dan membentuk batu ginjal.?
Beberapa jenis makanan dan obat bisa mempermudah terjadinya batu ginjal. Karena itu, berhati-hatilah dalam memilih makanan. Hal ini bukan berarti kita tidak boleh menyantap makanan tersebut, tapi makanlah secukupnya.
Selain hal-hal tersebut, beberapa kondisi medis bisa mendasari terjadinya batu ginjal, misalnya hiperkalsiuria dan hiperparatiroid. Hiperkalsiuria adalah keadaan dimana seseorang menyerap lebih banyak kalsium dari asupan makanannnya dan lebih banyak mengeluarkan kalsium dari urin. Hiperparatiroid adalah kelainan hormonal dimana hormon yang mengatur metabolisme kalsium dihasilkan dalam jumlah berlebih. Akibatnya kalsium dalam darah meningkat dan ekskresi kalsium melalui urin pun bisa meningkat.
Batu ginjal memiliki banyak bentuk, antara lain batu kalsium, batu urat dan batu oksalat. Yang paling sering adalah batu kalsium. Salah satu cara untuk membedakannya adalah dengan menentukan komposisi kimiawi dalam urin yang dikumpulkan selama 24 jam. Tapi cara ini baru berhasil baik bila pada hari-hari menjelang pemeriksaan pasien menyantap makanan yang memang dia makan sehari-hari. Selain itu, tidak boleh ada satu kali pun saat berkemih yang luput dari pengambilan.
Bila secara kebetulan Anda mendapatkan batu yang keluar saat berkemih, ambillah batu itu dan bawa ke dokter. Analisa dari batu yang Anda bawa bisa menunjukkan jenis batu ginjal yang Anda alami.
Bagaimana dengan suplementasi kalsium dari luar? Sepanjang Anda tidak menderita batu ginjal, khususnya batu kalsium, rasanya hal itu tidak menjadi masalah. Kalsium pun sangat kita butuhkan. Selain itu, mengurangi jumlah kalsium yang kita makan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya batu oksalat.
Kalsium dan oksalat saling berikatan dengan kuat dan dapat membentuk formasi batu yang sangat keras, tapi oksalat mempunyai kemampuan lebih dalam membentuk batu ginjal. Karena itu, bila kalsium berkurang, oksalat akan lebih diserap oleh tubuh, akibatnya risiko terjadinya batu oksalat akan meningkat.
Mungkin jalan tengahnya adalah minum suplementasi kalsium bila memang dibutuhkan. Bila tidak, lebih baik pertimbangkan kembali keinginan Anda. Kalsium yang diperoleh dari makanan dan susu umumnya sudah mencukupi kebutuhan kalsium harian Anda. Sekali lagi prinsip keseimbangan harus kita ingat, jangan kurang dan jangan pula berlebihan.
Contoh lain adalah pengurangan konsumsi daging untuk menurunkan risiko terjadinya batu urat. Dengan berkurangnya konsumsi daging, kita cenderung untuk memperbanyak buah dan sayur, akibatnya risiko terjadinya batu oksalat pun akan meningkat.

0 komentar:

Posting Komentar